Install Linux di Router dan NAS

Router dan NAS tertentu yang harganya relatif murah bisa diinstall Linux, dan bisa dijadikan mesin download, proxy, DNS, dan lain-lain. Daya yang digunakan router pun sangat rendah, sekitar 10-20 watt saja.

Saat ini ada banyak Router dan NAS (network attached storage) murah yang bisa diinstall Linux. Dengan Linux dan aneka software yang tersedia, router seharga ratusan ribu bisa disulap hingga memiliki aneka fungsi yang biasanya hanya ada router yang berharga jutaan. Dengan menginstall Linux, Anda juga bisa mengubah NAS murah menjadi mesin download dan mesin backup yang handal.

Saat ini harga hardware PC sudah semakin murah, demikian juga dengan harga hardware router. Dengan beberapa ratus ribu rupiah Anda sudah bisa memiliki router dengan memori memadai (RAM 16 mb-64 mb) dan ROM yang cukup besar (2 Mb ke atas) dengan CPU ARM atau MIPS 150-400 Mhz. Beberapa tahun yang lalu Anda hanya bisa mendapatkan router dengan spesifikasi tersebut dengan harga mahal dari perusahaan besar seperti Cisco.

Apa yang bisa dilakukan Linux di mesin router?

Jika Anda lihat spesifikasi hardware router, mungkin Anda akan teringat pada spesifikasi komputer sekitar tahun 1995-2000. Bagi Anda penggemar Linux atau Freebsd, Anda juga mungkin akan ingat bahwa komputer tua sekelas 386 dan 486 dengan kecepatan yang lebih rendah, dengan memori yang lebih sedikit, dan dengan floppy 1.44 mb sudah bisa menjadi router dan firewall yang cukup canggih. Dengan hardware yang lebih baik, Andapun kini bisa menyulap router Anda menjadi mesin VPN/firewall yang canggih dengan menginstall Linux di dalamnya.

Namun router dengan OS Linux tidak hanya sekedar jadi firewall. Sebagian router bisa dihubungkan dengan harddisk melalui konektor USB, dan sebagian besar bisa dihubungkan dengan SD card jika Anda mau mengoprek hardware dan sedikit menyolder. Dengan kapasitas penyimpanan yang besar, Anda bisa menjadi router sebagai mesin download (baik download http ataupun bittorrent). Anda bisa menjadikan router sebagai server DNS, FTP, DHCP, Proxy, Web, MySQL, dsb. Perlu diperhatikan bahwa semakin banyak program/server yang Anda jalankan, kemampuan router untuk memproses paket akan berkurang (efeknya jaringan terasa lambat).

Jika Anda programmer, Anda bisa menulis program apa saja (sesuai batasan RAM dan CPU) dan dijalankan di router. Bahkan Anda bisa menghubungkan serial port ke router yang bisa digunakan untuk mengontrol aneka macam benda di luar router (saklar, robot, dsb).

Ada banyak kelebihan menggunakan router dibanding komputer tua sebagai router dan firewall. Pertama adalah ukurannya yang lebih kecil, kedua adalah tidak berisik (tidak ada komponen bergerak), ketiga adalah penggunaan dayanya yang kecil. Sebuah router wireless 4 port hanya menggunakan daya 5-15 watt saja, lebih hemat dari kebanyakan komputer, tahukah Anda bahwa sebuah konfigurasi standar 486 (tanpa monitor) memakai kira-kira 50 watt, dan Pentium-4 bisa memakai lebih dari 80 watt? Jumlah tepat pemakaian daya tergantung dari peripheral yang terpasang di komputer. Dari segi biaya, router wireless juga akan lebih murah dibanding membeli wireless card + PC sebagai server.

Aneka distribusi

Sama seperti halnya Desktop Linux yang terdiri dari aneka distribusi, demikian juga untuk router Linux. Beberapa yang terkenal adalah DD-WRT, HyperWRT, Tomato, dan OpenWRT. Masing-masing punya kelebihan sendiri, misalnya DD-WRT mudah digunakan via browser, tapi agak repot diatur via command line, sedangkan openWRT sangat fleksibel dari command line, tapi interface webnya kurang bagus. Anda sebaiknya membaca dulu keterangan masing-masing distribusi sesuai kebutuhan Anda.

Jika Anda mahir menggunakan command line, maka openWRT sangat disarankan. Paket-paket yang tersedia untuk openWRT sangat lengkap, dan space EPROM yang tersedia bisa optimal karena tidak banyak dipakai untuk file-file interface web.

Merk apa saja?

Ada banyak merk yang didukung Linux, beberapa yang saya lihat dijual di Indonesia adalah Linksys WRT54GL dan DLink Dir-300. Untuk OpenWRT, Anda bisa melihat daftar lengkap hardwarenya di http://oldwiki.openwrt.org/OpenWrtDocs(2f)Hardware.html, untuk distribusi lain, silakan lihat di halaman khusus distribusi tersebut. Dari pengamatan penulis, saat ini openWRT yang mendukung paling banyak router.

img_1377_resized_87d2a0b06afaa88a4b283e6a286ef377

Bagaimana Cara Instalasinya?

Sebagian router sudah didukung dengan sangat matang, sehingga Anda cukup mengupload file image ke menu update router via web browser, dan router Anda sudah terinstall Linux. Sebagian router masih belum matang dukungannya, dan Anda harus menginstall menggunakan server TFTP digabung dengan penggunaan Telnet. Bahkan sebagian router yang dukungannya masih minim mewajibkan Anda menyolder serial port agar bisa mengganti OS bawaan pabriknya.

Untuk router yang dukungannya matang, biasanya Anda tidak akan kesulitan menginstallnya. Namun kadang-kadang hal buruk terjadi (misalnya tiba-tiba listrik padam ketika Anda mengupdate firmware), dan router Anda mati menjadi bata (bricked). Biasanya router Anda bisa diselamatkan dengan metode TFTP, tapi kadang Anda perlu menyolder serial port ke router Anda. Dalam kasus yang parah kadang Anda harus membuat/membeli kabel JTAG untuk menyelamatkan router Anda. Kasus terakhir ini jika kebetulan proses penulisan boot loader belum selesai, dan tiba-tiba listrik Anda mati (atau mungkin komputer Anda hang), atau jaringan terputus.

Pikirkan dulu, sebelum menginstall, apakah yang ingin Anda lakukan setelah router Anda menggunakan Linux. Pikirkan juga kemungkinan router Anda bisa menjadi "bata" pengganjal pintu jika Anda gagal mengupgrade OS router Anda, dan Anda kurang mahir dalam bidang elektronika. Sebagai catatan, mungkin toko tempat Anda membeli router memberi garansi, dan mungkin hal ini tercakup garansi, karena ketika Anda mengupgrade software router dari produsen resmi pun kegagalan upgrade bisa terjadi.

Jika yang ingin Anda install adalah router utama Anda, pastikan orang lain masih bisa mengakses internet ketika Anda sedang mengkonfigurasi router Anda. Untuk Anda yang menggunakan distribusi command line seperti OpenWRT, sebaiknya Anda membaca dulu manualnya agar Anda tidak bingung dengan perbedaan-perbedaan dengan Linux standar. Perbedaan yang ada adalah pada letak file konfigurasi (kebanyakan distribusi Linux desktop juga memiliki konfigurasi yang berbeda), dan pada perintah-perintah yang opsinya lebih sedikit karena kebanyakan perintah ditangani oleh program BusyBox (misalnya ls, cat, ps, dsb).

Network Attached Storage

Benda lain yang bisa diinstall Linux selain router adalah Network Attached Storage. Secara umum sebuah NAS adalah benda yang terhubung ke satu atau lebih harddisk dan terhubung ke jaringan. Sebagian NAS tidak memiliki slot harddisk, sehingga Anda harus menghubungkan harddisk USB Anda ke NAS tersebut.

cimg4195_76e5e0c4855e5f153a5537799e6cf690

Anda akan bisa mengakses data Anda dengan protokol yang didukung oleh NAS. Umumnya NAS mendukung FTP dan SAMBA, dan bisa diakses via HTTP untuk konfigurasinya. Beberapa NAS juga berfungsi menjadi print server, Anda hanya perlu menghubungkan printer USB Anda dan Anda bisa mencetak via jaringan.

Karena sebuah NAS tidak harus bekerja terus menerus memproses paket yang lewat, kita bisa lebih bebas menginstall aneka macam software. Umumnya sebagian besar orang akan menginstall Linux distribusi lengkap di NAS (misalnya Debian versi ARM) dan bukan distribusi khusus seperti OpenWRT.

Saat ini ada banyak NAS yang sekaligus print server murah dari China dengan berbagai merk, umumnya software NAS tersebut kurang bagus, dan tidak mendukung banyak printer. Jika kebetulan NAS tersebut dapat diinstall Linux, maka Anda bisa mengoptimalkannya. Dengan space harddisk yang besar, Anda bisa leluasa mendownload atau membackup data Anda.

Jika Anda memiliki uang ekstra dan butuh kecepatan tinggi, belilah NAS yang mendukung gigabit ethernet. Kebanyakan NAS memiliki port 100Mpbs, tapi dalam kenyataannya hanya bisa mentransfer data 30-60% dari kecepatan maksimum. Perlu dicatat bahwa kecepatan 3 megabyte (30 megabit) per second saja sudah cukup untuk melihat film-film DivX di Internet yang umumnya diencode dengan setting 900kbps. Jadi NAS yang tidak memakai Gigabit ethernet juga sudah cukup untuk server streaming film dengan 1 atau 2 client.

Aneka Ide

Karena harganya relatif murah dan menggunakan daya yang relatif kecil, banyak orang memiliki ide memanfaatkan router dan NAS yang memakai Linux. Ada yang menghubungkannya ke robot (http://www.jbprojects.net/projects/wifirobot/). Ini dimungkinkan karena router/NAS yang mendukung Linux memiliki kemampuan komputasi yang cukup tinggi.

NAS yang memiliki USB bisa dihubungkan dengan alat USB apapun, misalnya ada yang menjadikan NAS sebagai music player (dengan menghubungkan ke USB Audio adapter yang harganya sekitar 60 ribu rupiah). Perhatikan bahwa NAS yang sangat murah memiliki prosessor yang lambat, jadi tidak mampu mengolah video dari webcam, tapi bisa menangkap gambar secara periodik tiap beberapa detik. NAS yang lebih mahal dapat diubah menjadi sistem pemantau yang handal.

Sebagian ponsel/PDA lama tidak bisa melakukan koneksi ke internet via WIFI, namun bisa melalui bluetooth access point (produk yang memakai OS Symbian, Windows Mobile, dan Palm 5). Sayang sekali membeli sebuah access point bluetooth (sekitar 1 juta, itupun jarang ditemui di Indonesia) untuk benda lawas yang mungkin harganya sudah tidak seberapa. Dengan membeli USB Bluetooth adapter seharga 50 ribu rupiah, Anda bisa mengubah NAS/Router Anda menjadi access point bluetooth. Sayangnya softwarenya masih agak sulit dikonfigurasi.

Anda juga bisa menginstall server SIP, sehingga bisa membuat sitem telpon internal di dalam rumah/kantor. Untuk bisa melakukan ini, Anda perlu memiliki handphone yang mendukung SIP (kebanyakan handphone symbian yang baru sudah memilikinya).

Tentu saja selain ide-ide yang rumit, Anda juga bisa melakukan hal yang sederhana yang mungkin tidak akan Anda lakukan dengan komputer Anda karena terlalu banyak menggunakan energi listrik. Misalnya Anda bisa menginstall IRC bot, IRC logger, atau bot untuk Yahoo.

Penutup

Dalam kasus router dan NAS, keterbukaan dan kebebasan Linux sangat terasa membantu pengguna dan bukan hanya developer. Seperti model handphone yang silih berganti begitu cepat, para produsen router juga memproduksi aneka jenis router dengan cepat dan segera "melupakan" modelnya yang lama (tidak merilis firmware baru lagi untuk model yang belum lama dirilis).

Beberapa router yang baru dirilis memang diperlukan karena memiliki hardware yang tidak ada di versi sebelumnya (misalnya Wireless-N, atau Gigabit ethernet), tapi sebagian hanya dirilis dengan software baru (misalnya dukungan IPv6, atau Wireless Distribution System). Bahkan ada benda dengan spesifikasi yang sangat mirip dirilis sebagai wireless access point, dan sebagian sebagai wireless router. Padahal perbedaan keduanya hanya masalah softwarenya. Dengan Linux, Anda bisa mengubah fungsi router dan NAS Anda semau Anda, bahkan Anda bisa menambah aneka hardware Anda sendiri.

Anda yang tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai Linux di router/NAS bisa mengunjungi aneka URL yang tercantum berikut ini:

Copyright © 2009-2010 Yohanes Nugroho